Category Archives: Relative Strength Index

RSI Indicator – Relative Strength Index

Relative Strength Index (RSI) is a popular momentum oscillator developed by J. Welles Wilder Jr. and detailed in his book New Concepts in Technical Trading Systems.

The Relative Strength Index compares upward movements in closing price to downward movements over a selected period. Wilder originally used a 14 day period, but 7 and 9 days are commonly used to trade the short cycle and 21 or 25 days for the intermediate cycle. Please note that Wilder does not use the standard moving average formula and the time period may need adjustment.

RSI is smoother than the Momentum or Rate of Change oscillators and is not as susceptible to distortion from unusually high or low prices at the start of the window (detailed in Momentum). It is also formulated to fluctuate between 0 and 100, enabling fixed Overbought and Oversold levels.

RSI Trading Signals

Different signals are used in trending and ranging markets. The most important signals are taken from overbought and oversold levels, divergences and failure swings.

Use trailing buy- and sell-stops to time entry into trades.

Ranging Markets

Set the Overbought level at 70 and Oversold at 30.

  • Go long when RSI falls below the 30 level and rises back above it or on a bullish divergence where the first trough is below 30.
  • Go short when RSI rises above the 70 level and falls back below it or on a bearish divergence where the first peak is above 70.

Failure swings strengthen other signals.

Trending Markets

Only take signals in the direction of the trend.

  • Go long, in an up-trend, when RSI falls below 40 and rises back above it.
  • Go short, in a down-trend, when RSI rises above 60 and falls back below it.

Exit using a trend indicator.

Take profits on divergences. Unless confirmed by a trend indicator, Relative Strength Index divergences are not strong enough signals to trade in a trending market.
Example

Wal-Mart Stores Inc. is plotted with a 21 day exponential moving average (MA) and 9 day Relative Strength Index (RSI). A 2-day closing filter is used with the MA.

wmt rsi

  1. Price is trending downwards (staying below the moving average). Do not take long signals until the MA turns upward, otherwise we are trading against the trend.
  2. A bullish divergence on Relative Strength Index is reinforced by completion of a failure swing at [2]. Go long [L] when the MA slopes upwards and RSI crosses to above 40.
  3. RSI completes a minor failure swing at [3]. Take profits [P] and exit the remaining position [X] when there are two closes below the MA. Do not go short as price is trending upwards (staying above the moving average).
  4. Price has started to fluctuate around the moving average, signaling a ranging market. Go short [S] when RSI crosses from above to below 70.
  5. Go long [L] when RSI crosses from below to above 30.
  6. There has been a breakout from the trading range and price is trending upwards. Do not close the long position.
  7. Take profits [P] on the bearish divergence (Price has completed a higher peak while RSI has experienced a lower peak).
  8. Take profits [P]. A bearish triple divergence is confirmed by completion of a large failure swing at [8].
  9. Increase your long position [L]. RSI has crossed from below to above 40 during an up-trend. Exit your position [X] when there are two closes below the MA. Do not go short as the still slopes upwards.
  10. A small bearish divergence warns of a possible trend reversal.
  11. A bearish triple divergence is reinforced by completion of a failure swing at [11]. Wait until the MA has turned down and RSI has crossed to below 60 before entering a short trade [S].

RSI Setup

See Indicator Panel for directions on how to set up Relative Strength Index.

The default RSI window is set at 14 days with Overbought/Oversold levels at 70% and 30%. To alter the default settings – see Edit Indicator Settings.

RSI Formula

The steps in calculation of the Relative Strength Index are:

  1. Decide on the RSI Period, based on the time frame that you wish to analyze.
  2. Compare Closing price [today] to Closing price [yesterday].
  3. For the RSI Period, add all upward movements in Closing price.
  4. For the RSI Period, add all downward movements in Closing price.
  5. Calculate the exponential moving average* of price movements:
  6. Average Upward Price Move = Exponential Moving Average of Upward Movements
    Average Downward Price Move = Exponential Moving Average of Downward Movements
  7. Calculate Relative Strength (RS):
  8. RS = Average Upward Price Move / Average Downward Price Move
  9. Calculate the Relative Strength Index (RSI):

RSI = 100 – 100 / ( 1 + RS )

*Welles Wilder’s Indicators

Users should beware, when setting time periods for Welles Wilder’s indicators, that he does not use the standard exponential moving average formula. See

We recommend that users try shorter time periods when using one of the above indicators. For example, if you are tracking a 30-day cycle you would normally select a 15-day Indicator Time Period. With the RSI, adjust the time period as follows:

             RSI time period = (n + 1) / 2 = (15 + 1) / 2 = 8 days

Views – 88

Relative Strength Index

rsi

Paparan metatrader 4 :
rsi2

RSI dapat kita gunakan untuk mengetahui perkara berikut:

  • Divergence positif / negatif
  • Momentum pergerakan harga
  • Keadaan overbought / oversold

Namun diantara ketiga kegunaan diatas, kegunaan pertamalah yang paling sering digunakan oleh para trader terutama karena kemudahannya sehingga interpretasi RSI tidak bias antara satu trader dengan trader lainnya.

Cara pengidentifikasian keadaan overbought / oversold dengan RSI sangatlah sederhana. Sederhana namun belum tentu mudah. Aturan umum yang berlaku adalah keadaan overbought diperolehi bila RSI memotong garis 70 dan oversold bila RSI memotong garis 30. Beberapa buku juga mencadangkan 20-80 sebagai garisan OB dan OS. Bagi matawang tertentu dalam keadaan tertentu garisan overbought / oversold berada pada 40-60, jadi bergantung mana yang sesuai. Jika perlu dilakukan trial and error. Namun demikian sebagai sedikit panduan, RSI akan semakin tepat digunakan pada keadaan pasaran yang efisien dan stabil. Sehingga ini, pasaran forex merupakan pasar yang paling stabil dan efisien dalam pergerakannya (harga lebih ditentukan oleh market dan sangat likuid). Jadi, sedikit banyak batasan 30-70 masih berlaku disini walaupun tidak mutlak.

Perhatikan charta berikut ini:
rsi3

Pada gambar, bahagian diatas yang diwarnakan dengan warna kuning adalah kawasan OB dan OS pada RSI yaitu diatas 70 dan dibawah 30. Perhatikan ketika RSI berada pada area-area tersebut maka harga akan segera berbalik kembali seperti pada bagian yang diberi lingkaran. Perihal bagaimana harga berlaku ketika situasi OB dan OS terjadi. Wah menarik bukan? Sebuah indikator yang mampu mengetahui bila harga berbalik! Berterima kasihlah pada J.W. Wilder untuk hal ini.

The Centerline Crossover

Seperti juga pada MACD yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan/penurunan harga, RSI juga dapat digunakan untukhal yang sama. Bedanya jika pada MACD crossover terjadi pada garis nol maka pada RSI pada garis 50.

Cara membaca kekuatan momentum suatu harga sama seperti pada MACD yakni bila garis RSI memotong centerline (garis 50) dari bawah maka sedang terjadi trend kenaikan. Besarnya momentum sebanding dengan besar nilai RSI yang terjadi. Demikian juga berlaku sebaliknya. Mari kita perjelas dengan satu gambar:
rsi4

Perhatikan bahagian yang diberi tanda lingkaran merah. Nampak ketika RSI juga menyentuh centerline dari bawah keatas maka harga bergerak naik dan sebaliknya ketika garis RSI menembus centerline dari atas kebawah maka harga cenderung mengarah turun. Memang ada situasi-situasi tertentu dimana sinyal ini tidak berlaku dikarenakan hal tersebut merupakan false signal pada RSI yang akan kita bahas pada sub judul setelah ini. Namun dengan centerline crossover ini maka akan sangat membantu kita dalam menentukan kondisi beli dan jual.

False Signal pada RSI

Jangan menggunakan RSI sebagai indikator tanpa membaca bahagian ini terlebih dahulu!! Mengapa? Jika Anda cukup cermat memerhatikan gambar-gambar yang disajikan di atas pasti beberapa di antara Anda bertanya, mengapa ada beberapa keadaan dimana apa yang dikatakan RSI berbeda dengan keadaan yang sebenarnya?

Inilah yang disebut false signal alias sinyal palsu. Jika kita telusuri dari rumus RSI mula-mula dapat kita ketahui bawha pada dasarnya RSI bergerak dengan sangat sensitif. Sebuah indikator yang sensitif memungkinkan kita memiliki banyak “anjuran” untuk Buy/Sell menurut indikator yang bersangkutan. Itu keuntungannya. Namun itu pun menjadi sekaligus bumerang bagi kita karena dengan semakin banyaknya anjuran yang ada maka akan semakin banyak kesempatan untuk terjadi anjuran yang menyesatkan yang membawa kerugian besar.

Oleh banyak chartist, RSI tidak digunakan sendirian sebagai indikator utama karena sifat sensitifnya itu. RSI lebih sering dipakai sebagai penguat anjuran oleh indikator lain.

Lalu adakah cara untuk menghilangkan false signal pada RSI atau setidaknya mengurangi kepalsuan si RSI ini? Ada. Tentu saja ada. Cara yang paling sederhana adalah mencari periode yang terbaik pada RSI yang hendak kita gunakan. Seperti kita ketahui bersama bahwa semakin besar periode sebuah indikator maka sifat sensitifitas akan semakin bekurang. Hal ini juga berlaku pada RSI dengan demikian kita dapat menggunakan RSI dengan periode sedikit lebih besar dari biasanya yaitu 14. Atau dapat juga menggunakan periode diatas itu, misalnya periode 18.

rsi5

Bisa Anda perhatikan pada gambar di atas bagaimana RSI periode 18 (berwarna biru) terlihat lebih lamban dalam mengakomodasi pergerakan mata uang dibandingkan dengan periode standar yaitu 14.

Nah, periode mana yang cocok, silakan Anda yang tentukan sesuai selera masing-masing. Belajar Forex sendiri jika hendak menggunakan RSI biasanya menggunakan periode 10 atau 14, namun saya kembalikan lagi pada Anda sebagai pembaca.
Cara lainnya lagi adalah mengurangi sifat sensitifitas RSI dengan memangkas bagian-bagian RSI yang terlalu keriting. Caranya dengan memberikan penghalus pada RSI menggunakan SMA.

sma

Pada gambar diatas saya menggunakan SMA 3 periode untuk menghaluskan RSI yang terlalu keriting. Terlihat bahwa grafik kini menjadi lebih halus dan kita cukup memperhatikan SMA pada RSI ini saja untuk mengetahui kondisi OB dan OS pada RSI. Dalam penggunaan SMA pada RSI, perlu dipahami untuk tidak menggunakan periode yang lebih besar dari 5 dikarenakan akan merusak keunggulan RSI itu sendiri yaitu sensitifitasnya. Jadi, cukup gunakan periode 1-5 dari SMA saja.
Penghalusan grafik ini sangat berguna bagi indikator RSI yang dapat sering kali “hanya mampir” sebentar pada area OB dan OS atau pun menembus centerline hanya sesaat saja. Dalam keadaan demikian, SMA akan meredamnya sehingga kurva menjadi lebih halus.

Views – 95